Dulu di kampung bapak surau-surau atau masjid hanya ramai diisi oleh anak-anak yang mengaji di malam hari. Hanya sedikit orang dewasa yang shalat berjamaah di masjid karena para orang tua dulu lebih percaya hal-hal klenik. Sehingga sesajen ataupun dupa yang dibakar mudah ditemukan di bawah pohon-pohon besar atau tempat lainnya. Begitupun dengan perdukunan atau penjaga dari bangsa jin.
Di belakang rumah nenekku ada rumah yang dihuni sebuah keluarga, seorang lelaki dan anak-anaknya. Setelah anaknya dewasa dan pergi ke kota tinggallah laki-laki itu sendiri di rumahnya. Banyak orang sudah tahu kalau laki-laki itu punya jin penjaga sejak lama.
Kejadian aneh terjadi setelah beliau meninggal. Sering terlihat penampakan sosok tinggi dan hitam mondar mandir di dalam rumah yang kosong itu. Ketika anak-anaknya pulang untuk mengurus kematian ayahnya dan melangsungkan tahlilan, mereka sering diganggu saat tidur dan para tamu sudah pulang. Jin itu benar-benar terlihat mondar-mandir di dalam rumah atau berdiri diam menatap orang-orang yang sedang tidur di sana. Sehingga merekapun tidak kuat dan memilih menginap di rumah kerabat.
Bahkan jika bapakku menginap di rumah nenek, dia sering mendengar bunyi barang-barang pecah dibanting atau suara yang menangis meraung raung. Nenekku bilang jin itu sedih karena ditinggal tuannya. Makin lama rumah itu semakin suram bahkan anak dari pemilik rumah pun tidak berani tinggal di sana. Pernah sekali saat malam dan bapak berniat mengambil air di sumur rumah itu (karena sumur di rumah sedang kering), begitu sampai dekat sumur bapak melihat sosok hitam tinggi itu berdiri di pinggir sumur sambil menatap marah seolah-olah melarang untuk mengambil air di sumur itu. Bapak pun segera berbalik arah dan lari.
Karena banyak yang merasa terganggu maka anak pemilik rumah memanggil "orang pintar" untuk mengusir penunggu tersebut. Tapi ternyata tidak bisa, karena penunggu itu tetap di situ disebabkan jimat pengikatnya ditanam di rumah itu. Sayangnya tidak ada yang tahu di mana almarhum mengubur jimatnya.
Sehingga yang bisa dilakukan hanya menenangkan jin penunggu itu sehingga tidak mengganggu warga yang tinggal di sekitarnya. Sekarang tidak ada lagi kejadian-kejadian yang menakutkan kecuali sekedar sosok nya yang terlihat sekilas mondar mandir di dalam rumah. Rumah yang tidak ditinggali lagi dan semak-semak yang tumbuh lebat dan tinggi membuat rumah itu tetap menakutkan meski tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti sebelumnya.