Cerita kali ini masih tentang bapak saat masih di sekolah dasar. Yang mana kegiatan anak-anak kecil di kampung tiap malam itu pergi mengaji ke surau. Letak suraunya lumayan jauh, bahkan kalau ngajinya selesai lebih lambat banyak yang memilih menginap di surau karena mereka juga agak takut harus pulang larut malam dengan keadaan gelap gulita meskipun dibantu dengan lampu senter yang selalu mereka bawa. Hanya anak-anak yang rumahnya dekat yang memilih tetap pulang (itupun bergerombol)
Tapi malam itu bapak memutuskan untuk pulang meskipun sudah agak larut malam, bersama dengan dua teman lainnya. Mereka bertiga pulang sambil mengobrol pelan sampai akhirnya berpisah di persimpangan jalan karena rumah mereka saling berbeda arah. Akhirnya bapak berjalan sendirian menuju rumah yang masih jauh.
Saat tinggal beberapa ratus meter lagi menuju rumah tiba-tiba bapak mendengar suara tangisan bayi di kejauhan. Awalnya bapak biasa saja, tapi begitu dia ingat bahwa di sekitar situ tidak ada perempuan yang punya anak bayi atau yang baru melahirkan saat itu. Bapak pun langsung lari terbirit birit melewati jalan di perkebunan yang sangat gelap itu dan tidak berhenti sebelum sampai di rumah.