Keluarga Mama berasal dari daerah di Jawa Tengah yang menjadi transmigran di daerah Lampung. Jadi Mama lahir dan besar (sampai lulus SD) di Lampung. Keluarga Mama setiap hari bekerja di ladang yang berganti tanaman tiap musimnya. Hidup dengan dikelilingi hutan yang sangat lebat dan rumah-rumah yang jaraknya berjauhan sudah cukup membuat merinding jika dibayangkan sekarang.
Mama anak bungsu dari enam bersaudara. Malam itu seperti biasa mereka berenam tidur bersama-sama di ruang depan karena hanya ada satu kamar untuk kakek dan nenek saya. Saat tengah malam Mama terbangun, dan melihat nenek saya shalat. Nenek memang sejak dulu selalu melaksanakan shalat malam bahkan saat sedang sakit pun tidak pernah absen shalat malam dilakukannya.
Mukenah yang nenek punya itu mukenah terusan dari kepala sampai kaki dan selain wajah ada dua lubang yang menjulur untuk tangan. Setahu saya nenek menjahitnya sendiri bahkan sampai saya besar pun nenek tetap memakai mukenah model itu.
Mama yang terbangun dan melihat nenek sedang shalat hanya terdiam sambil terus memandangi nenek yang sedang dalam posisi berdiri dan berada di sebelah kanan dari saudara Mama yang sedang tidur (Mama lupa siapa yang tidur paling pinggir) sedangkan Mama berada di tengah-tengah. Jadi mama hanya melihat nenek dari samping. Namun Mama merasa heran karena nenek tidak kunjung rukuk. Mama terus memperhatikan dan akhirnya nenek pun menundukkan kepalanya seperti mau rukuk dan..
"Pluukk..
Seuntai kain yang terikat di atas kepala nenek terjuntai ke bawah. Saat itulah Mama sadar kalau ITU BUKAN NENEK tapi..
POCONG!!!
Mama terdiam membeku tanpa bisa membuka mulutnya, bahkan suara pun tak bisa keluar. Sampai akhirnya pocong itu menghilang, dan.
"Mmaaaaaakkkkkk.....!!!!!!!"
Mama berteriak kencang memanggil nenek dan sukses membangunkan seisi rumah. Nenekpun berlari ke luar kamar dan langsung menenangkan anak bungsunya yang baru berumur 5 tahun itu yang sedang menangis sesenggukan.
"Ndelok opo tho gil..??" (Lihat apa nak?)
Tanya nenek yang seakan tahu apa yang baru saja dialami anaknya itu.
"Pocong maakk.. Huhuu.." Mama menjawab sambil tersedu-sedu.
"Sudah sudah. Sudah hilang. Ayo tidur lagi," kata nenek yang akhirnya ikut menemani tidur anak-anaknya.