Langsung ke konten utama

Me #4 -NONA KUNTI-

 NONA KUNTI (again)



Kalau blok c khusus anak tsanawiyah (kelas 1-3 reguler dan kelas 1 intensif) maka untuk anak kelas 4 (1 aliyah/sma) ditempatkan di blok b bersama dengan anak kelas 3 intensif. Jadi sistemnya bagi yang lulus sd akan menempuh pendidikan dari kelas 1 sampai kelas 6 dan disebut kelas reguler. Dan ijazah hanya didapat setelah lulus kelas 6 jadi gak ada ijazah smp/tsanawiyah. Dan bagi lulusan smp maka jenjangnya adalah kelas 1 intensif, kelas 3 intensif, 5 lalu 6. Jadi saat kelas 5 kelas intensif akan digabung dengan reguler.

Untuk blok a terbagi jadi 3, satu blok untuk kelas 6, satu blok untuk pengurus (kelas 5) dan satu blok lagi untuk tsanawiyah, kelas 1-3 dan kelas 1 intensif.


Di depan kanan blok b ada kelas yang digunakan oleh kelas 4. Jadi dari kamar deket banget sama kelas. Sementara kelas lain ada di bagian barat dibatasi dengan gerbang, jadi saat sudah bel masuk pengurus yang bertugas akan stay di gerbang dan menghukum santri santri yang datang terlambat. Jadi kelas 4 ini enak banget karena gak ada kata terlambat hehehe.

Gedung kelas ini ada 2 lantai, 3 ruang di bawah untuk perpustakaan, lab bahasa dan lab ipa. Dan 3 kelas di atasnya untuk KBM kelas 4. Tangga ada di sebelah kiri bangunan dan bentuknya terbuka, jadi kalau hujan deras dan gak bawa payung bakal basah kuyup kalau lewat tangga. Ini kelas ternyaman menurut saya, karena pohon besar berjejer di sebrang jalan bangunan kelas hingga selalu teduh tanpa terkena panasnya matahari. Dan jendela besar yang berjejer tanpa kaca (juga tanpa pintu emoticon-Big Grin) bikin angin bebas berhembus masuk yang sukses bikin ngantuk saat pelajaran. 3 kelas hanya dipisah rolling door yang sudah rusak, jadi hanya bergantung saja. Jadi kalau ingin main ke kelas sebelah tinggal menyelinap dari sisi rolling.

Selain itu kelas ini jadi salah satu tempat nongkrong favorit saya sama 8 temen dekatku yang lain, bahkan dari saat kami masih tsanawiyah. Kami bersembilan, saya, novi, anggun, nuji, maleo, zulva, vivin, ain dan mawoh sering banget nongkrong siang-siang di sini. Bahkan pojokan teras jadi spot favorit untuk rujakan emoticon-Ngakak

Malam itu, saya dan vivin lagi nongkrong di kelas kami yang berada paling pinggir dekat tangga saat yang lain sedang shalat isya, karena kami memang sedang berhalangan. Vivin lagi asik telponan sama pacarnya dan saya sibuk nyanyi-nyanyi sendiri mengusir rasa bosan sebagai obat nyamuknya. Memang peraturan pesantren melarang santri membawa apapun yang berbentuk elektronik. Karena kami memang bukan santri yang patuh-patuh amat sama peraturan jadi beginilah. Tapi memang yang bawa hp saat itu hanya vivin dan novi pernah bawa kamera saat ada acara tertentu. Kadang saya juga pakai sih hp nya vivin untuk telpon teman hehe. Tapi selain itu kami gak melanggar aturan lain, paling hanya pelanggaran kecil seperti terlambat atau pelanggaran bahasa (bahasa daerah dan bahasa indonesia dilarang digunakan).

Vivin masih asik ngobrol, dia duduk membelakangi pintu dan saya di depannya duduk membelakangi rolling. Perasaanku udah mulai gak enak, beberapa kali menoleh ke belakang ke celah rolling. Karena lampu yang dinyalakan hanya di kelas yang kami pakai, jadi saat melihat ke kelas sebelah melalui celah rolling tidak terlihat karena gelap. Tapi perasaanku selalu bilang kalau ada seseorang dari kelas sebelah yang sedang memperhatikan kami. Saya mulai merasa takut, tapi berpura pura santai sambil bernyanyi pelan. Lalu...


"Hihihihihi....."

Suara tawa yang sangat khas terdengar dari kelas sebelah meski tidak begitu keras.


Saya dan vivin saling menatap, kami paham kalau itu tanda bahwa kami harus pergi.

"Gruduk..gruduk.." kalang kabut kami berlari keluar kelas. Namun tiba tiba di ujung tangga kami berhenti seolah olah ada yang menahan. Tidak bisa lari menuruni tangga yang sudah ada di depan kami.

"Hihihihihi...."tawa itu kembali terdengar lebih keras dari sebelumnya dan saat itu juga dengan satu hentakan saya tarik vivin berlari menuruni tangga. Sampai di bawah sudah ramai dengan santri yang sudah pulang dari masjid dan hendak pergi ke dapur karena memang sudah waktunya makan malam. Sebagian menatap heran kami yang heboh lari menuruni tangga sampai berkeringat. Lalu kami berdua tertawa kecut mengingat kesialan kami diganggu nona kunti di kelas.


BAYANGAN



Setelah lulus dari pesantren saya kembali ke Jakarta dan kuliah. Saat semester lima saya punya pacar yang aslinya ternyata orang madura juga. Kami sudah lama kenal, saat saya masih di pesantren. Setelah lulus saya mengajar selama satu tahun (istilahnya pengabdian) saat itulah saya kenal dia. Di pesantren memang tidak boleh membawa elektronik, namun masih disediakan fasilitas seperti wartel dan warnet. Saat masa ngabdi saya, saya sering diminta menjaga warnet jika tidak ada jadwal mengajar. Saat itu baru kenal facebook (sebelumnya hanya main friendster, mirc, atau yahoo messenger) dan saya pun mengenalnya lewat facebook, meskipun hanya sekedar ngobrol. Dan saat saya masih masa pengabdian dia ada di jakarta, bekerja di jasa pengiriman ekspedisi di daerah jakarta utara. Tidak ada yang special, karena dia juga saat itu punya pacar dan jarak umur 7 tahun membuat saya hanya menganggap dia sebagai abang.

Pun saat saya sudah kuliah di jakarta, sampai semester 3 kami belum pernah bertemu meski komunikasi lancar. Dan saat semester 4 tiba-tiba dia bilang kalau dia suka saya. Saya pun kaget karena memang kita gak pernah ketemu, akhirnya dia ngajak ketemuan. Pertama kali ketemu jujur saya takut ngelihatnya emoticon-Ngakakkarena perawakan dia yang tinggi besar dan berkulit gelap beda jauh dengan cara bicaranya yang lembut dan pelan, di luar ekspektasi lah pokoknya. Meskipun saya tetap menolak dia tetap keukeuh. Setia nganter jemput saya kuliah, atau sekedar nemenin saya jalan-jalan. Setelah 6 bln lebih saya tolak (karena dia gak cuma sekali nembak saya) akhirnya saya luluh juga emoticon-Embarrassment

Saat semester 5 tugas tugas saya mulai menumpuk (saya ambil d3), dan pelarian mahasiswa biasanya tempat tempat yang menyediakan free wifi demi mengerjakan tugas. Makanya wajar jika tempat nongkrong gak jauh-jauh dari tempat seperti sevell atau lawson yang terkenal free wifi nya emoticon-Ngakak

Tempat kerja pacar saya ini, kantornya ada di perumahan gitu dan kantornya dari luar juga terlihat sperti rumah biasa. Jadi selain kantor, tempat ini juga jadi tempat tinggal pacar saya. Dia mengatur segala administrasi dan keuangan di sana, selain dia ada supir-supir yang juga tinggal di sana, namun setiap akhir pekan semuanya pulang ke rumah masing masing. Pacar saya memang cerita kalo kantornya ini agak seram, tapi memang dia ini orangnya berani banget. Bahkan supir-supir gak mau tidur di sana kalau dia nggak ada karena seringnya muncul penampakan. Salah satu cerita yang paling seram menurut saya itu cerita salah satu supir yang ditarik kakinya saat sedang tidur sampai keluar pintu dan baru berhenti saat di teras (waktu itu pacar saya gak ada) alhasil supir ini pun lari pontang panting keluar sampai di ujung jalan masuk perumahan. Dia nunggu di sana sampai pacar saya datang. Kalo pacar saya sendiri gak pernah diganggu sampai begitu atau ditampakin wujud makhluk itu. Paling hanya suara benda jatuh, dan begitu disamperin gak ada siapa" dan gak ada benda yang jatuh. Bahkan sempet ditantangin.

"Kalo mau ganggu muncul aja sini saya gak takut. Jangan cuma bikin berisik aja." Katanya, tapi semenjak itu malah gak ada sama sekali yang ganggu pacar saya emoticon-Big Grin

Meskipun begitu saya sering main ke kantornya saat weekend. Karena di sana wifi nya kenceng banget. Bahkan kalau lagi kalap bisa streaming plus donlot anime ber season" emoticon-Ngakak.

Waktu itu saya main ke kantornya karena sedang banyak tugas demi menumpang wifi hehe. Kalau saya lagi sibuk biasanya dia masuk ke kamarnya sekaligus ruang kerjanya buat tidur. Sementara saya di ruang depan dekat pintu masuk di depan kamar dia. Disebelah kamarnya ada dapur yang lumayan luas dan kamar mandi, di depan dapur (samping ruang depan) ada ruang terbuka yang biasa sebagai tempat tidur para supir. Lalu disamping tempat tidur supir ada gudang besar dan juga kamar mandi di dalamnya. Gudang ini hanya ruangan dengan lebar 5x7 yang berisi ban ban cadangan, drum oli dan peralatan untuk memperbaiki mobil ekspedisi jika diperlukan. Saya biasa menggunakan kamar mandi yang di gudang, jadi kalau ke sana saya melewati kamar tidur supir dan dapur, karena kamar mandi yang di dapur untuk supir dan yang di gudang khusus dipakai dia. Saat ke kamar mandi saya lihat ada rendaman baju kotor, yang ternyata sudah direndam dari kemarin emoticon-Nohope

Jadi saya cucilah bajunya, sebagai balas budi juga karena bebas pakai wifi di kantornya emoticon-Big Grin


Karena dia ini rada usil, difoto lah saya yang sedang nyuci menghadap pintu yang terbuka. Saya hanya menunduk karena gak mau muka saya terlihat. Kemudian setelah beberapa saat dia pergi ke depan. Saat hampir selesai saya melihat lagi bayangannya yang berdiri diam di pintu. Saya terus menunduk karena takut dia ambil foto lagi. Tapi anehnya dia sama sekali gak bersuara. Lalu pergi begitu saja.

Selesai nyuci saya bawa ke depan.

"Kakak ngapain sih pake balik lagi? Pasti mau foto aku lagi" kataku sambil menyerahkan ember cucian untuk dia jemur sendiri.

Dia bingung "Kapan yang balik lagi, orang lagi nonton tv kok"

"Lah kan tadi habis foto kakak ke depan, trus balik lagi kan?" saya masih gak percaya

"Nggak, abis foto itu langsung ke depan nonton tv"

"Lah trus tadi itu siapa?"

Dia cuma ketawa kecil "Ooh.. Paling yang di sini mau kenalan."

Lemes dong saya, padahal siang dan sinar dari luar masih terang dan sebelumnya juga gak pernah ada apa-apa. Eksis banget sih pengen nunjukin kalo "dia" tuh ada.

Semenjak itu saya jarang banget main ke kantor pacar saya lagi, kalaupun mampir ke sana pasti gak mau ditinggal sendirian 😅

Postingan populer dari blog ini

Privacy Policy

  Narastudio built the app as a Free app. This SERVICE is provided by Narastudio at no cost and is intended for use as is. This page is used to inform visitors regarding our policies with the collection, use, and disclosure of Personal Information if anyone decided to use our Service. If you choose to use our Service, then you agree to the collection and use of information in relation to this policy. The Personal Information that we collect is used for providing and improving the Service. We will not use or share your information with anyone except as described in this Privacy Policy. Information Collection and Use For a better experience, while using our Service, I may require you to provide us with certain personally identifiable information. The information that I request will be retained on your device and is not collected by me in any way. The app does use third party services that may collect information used to identify you. Link to privacy policy of third party service prov...

Misteri Suara Tanpa Wujud

Malam itu pekat tak berbintang, hujan sejak sore sudah mulai sedikit reda, menyisakan gerimis halus ... membawa kesejukan. Namun, membuat sekujur tubuh merinding juga. Bagaimana tidak, aku hanya sendirian di rumah kala itu. Ayah dan ibu sedang ke luar kota menjenguk kakak yang habis lahiran. Kebetulan aku tak ikut, karena sering mabuk darat juga karena perjalanan ke rumah saudariku itu terbilang cukup memakan waktu lama. Bisa pegal pinggangku kelamaan duduk dalam mobil. Malam itu, lepas makan semangkuk indomie kaldu dicampur cabe lima biji plus perasan jeruk nipis sebelah, cukup membuat badan sedikit hangat. Makanan penggugah selera itu selalu menjadi makanan pengusir dingin kala malam tiba dengan segudang hawa dingin yang mencekam. Musim hujan selalu membawa berkah bagi Mpok Iin, penjual indomie langgananku di sudut jalan depan. Stok jualannya selalu laris olehku, pecinta mie kaldu. Setelah habis melahap semangkuk makanan andalan, segera bergegas ke ruang belakang rumah. Dapur maksudn...

Pengalaman Bertemu Hantu/Jin (Chapter Jogjakarta)

Selamat datang di Jogja, Kami (makhluk ghoib) bukan hanya gossip Sahabat-sahabat ane yg pernah ane sebutin di chapter Palembang, semua berdiskusi mengenai pilihan universitas sebagai pijakan lanjutan pendidikan yg lebih tinggi. rata-rata sahabat ane memilih melanjutkan ke Universitas yg ada di Sumsel pula. Sedang ane, sepakat dengan si babay untuk melanjutkan ke Jogjakarta di Universitas yg terkenal dengan jaket warna tanahnya itu. Untuk memuluskan persiapan kami supaya dapat lulus, si babay menyarankan untuk ambil lembaga kursus intensif untuk persiapan SPMB. Neu**n yg berada di nyutran menjadi pilihan kami berdua dan setelah melaporkan biaya ke emak ane. Alhamdulilah emak ane setuju dan ane pun terdaftar di kursus ini. Rupa2nya emak si babay daftarin dia bukan di kursus sini, malah di pesaingnya. ini pegimane cerite, yg nyaranin malah ke tempat laen wakakkakakkaa. dengan penuh rasa tidak enak dan kekecewaan dengan emaknya, si babay berulang kali meminta maaf ane gansis.  Ya sudah...

Teman Kelas Ane Meninggal Misterius (PART 4)

 Teman Kelas Ane Meninggal Misterius (PART 4) Sekitar jam 8an malam ane akhrinya sampai di rumah. Emak ane ternyata lagi nonton tivi barenga adik2 ane. Sembari melepas baju di dalam kamar ane, telpon rumah pun berdering. Kebetulan karena memang di renovasi rumah ane, dari ruang tamu jadi kamar ane, ne telpon diinapkan di kamar ane. Mungkin disengaja apa kagak, tapi memang ne telpon rata2 berbunyi nyariin ane. Setelah berganti pakaian seragam rumah ane, celana pendek dan singletan, ane pun mengangkat ne telpon. Ternyata si melissa yang nelpon. Dia menanyakan dari tadi sore nelpon ane masih belum balik darimana. Ane pun menjelaskan habis ngajak shopping si billy yang pengen berubah dari bujang band malaysia jadi bujang band punk rock skaters. Kami pun terbahak-bahak dan ane menceritakan ekspresi si Billy yg menghabiskan 2 juta rupiah cuman untuk 3 kaos, 1 celana panjang dan 1 celana pendek wakakkakaka. Padahal dia niatan juga mau beli tas dan sepatu buat ke sekolah seperti si lexi da...

Lexi Terkencing-kencing

Beberapa hari setelah mendengar melisa yang sudah tiada, kami pun mencoba mengikhlaskan dan cuman mengingat melisa sebagai bagian kenangan yang indah waktu sekolah. Tampaknya bekas trauma dan sedih tentang melisa ini membuat kami benar2 enggan buat membahas dan mengingat2 kejadian maupun kenangan bersama melisa. Bahkan beberapa cew famous yg pernah membully si melisa merasa bersalah dan menemui ane buat menyampaikan permohonan maaf ke melisa (dipikirnya ane dukun apa bisa ngirim salam ke arwah). Ane bahkan sempet candain mereka uda ane sampaikan nanti melisa langsung datang sendiri ngobrol langsung dengan mereka, yang diikuti rasa horor dan kepanikan dari wajah2 cew famous ini wakakakakka. "eh besok sabtu, kita bikin tenda sendiri aja", ajak lexi "emang lu ada tenda?", tanya ane "ada keknya, tapi lupa aku taruh dimana nanti aku cek dlu", jelas lexi. "gua ada, tenang aja nj*ng, tapi tenda ku ne gede banget", ujar mister "ah bagus kalau gede, ...

Teman Kelas Ane Meninggal Misterius (PART 6)

 Teman Kelas Ane Meninggal Misterius (PART 6) Sebelum ane mulai lanjut ke part 6, ini semua bener2 terjadi sesuai yg ane alamin dan saksikan dengan beberapa teman tanpa bermaksud meremehkan agama tertentu. Cerita pengalaman ane ini cuman buat perenungan viewer aja, terutama bagi ane sendiri saat itu yg bener2 ga percaya bahwa jiwa yg dikorbankan untuk Iblis itu sebagai persembahan memang ada. Jangankan di pedesaan, di kota seperti kota batam saat itu aja terjadi. Wallahualam gansis. Oke mari kita mulai. Setelah mendapatkan goreng2an bonus dari sisa2 penjualan kantin, ane pun dengan beringas mengkonsumsinya. Maklum, sudah masuk jam makan siang, apalagi abis ngangkut si melisa yg berbobot seperti beras sekarung 50kg. Disela-sela kami menunggu bel yg akan menandakan berakhirnya jam pelajaran hari itu, ane pun menyarankan si melisa buat sms sopirnya buat jemput sekarang. Si melisa pun menuruti saran ane, segera dia mengambil hape dari sakunya dan mengetik sms. "eh nanti keluar UKSnya ...

PEMBERANGKATAN TERAKHIR

“Aku yakin betul naik kereta malam itu, tapi orang-orang melihat aku jalan kaki di atas rel.” KERETA MALAM -PEMBERANGKATAN TERAKHIR- A THREAD Kisah ini terjadi pada 2006 silam, kala itu santer rumor beredar mengenai 'pemberangkatan terakhir ialah kereta gaib'. Sila tinggalkan jejak, RT, like atau tandai dulu judul utas di atas agar thread tidak hilang atau ketinggalan update. Maleman kita mulai.  Ini sepenggal kisah yang sampai sekarang membuatku parno naik kereta di jam malam. Peristiwa itu amat melekat diingatan bagaimana aku menempuh perjalanan tanpa sadar JKT-YK dalam waktu hampir 5 hari tapi rasanya waktu berhenti di satu malam pertama--  --Aku yakin betul kalau aku menaiki kereta malam itu, tapi orang-orang melihat aku berjalan kaki sepanjang rel yang entah muncul dari mana.  Senin malam, 2006. Aku hendak pulang ke Yogya karena mendapat kabar bapakku sakit. Kala itu aku masih kuliah di salah satu Universitas Negeri di pinggiran Ibu Kota.  Karena dapat kabar men...

”Aku bertarung melawan setan yang tertanam dalam susuk sendiri.”

 “Aku seorang penembang panggung dan aku memakai susuk. Keputusan mencabut susuk kukira hal yang mudah. Tapi sekarang, aku bertarung melawan setan yang tertanam dalam susuk sendiri.” Tengah malam, di satu rumah berbilik kayu, seorang wanita bernama Taya tersentak dari tidur lalu mengerang kesakitan. Urat-urat di wajahnya membiru menonjol keluar menegang. Napasnya tercekat, membuat suaranya berhenti di tenggorokan—  “Kak!! Kakak kenapa?!” Sani, adik Taya satu-satunya panik ketika mendapati kakaknya meringis kesakitan. Ada yang tak biasa dari wajah Taya—di sekujur pipi, dagu dan kening menonjol garis-garis keras serupa jarum-jarum halus.  Sani menyadari sesuatu, buru-buru dia membekap mulut sang kakak agar tak bersuara. “Ssssssttttt” isyarat Sani pelan sambil menangis tanpa suara  Taya mengatur napas, kedua tangannya menggenggam erat sprei dan matanya mendelik ke atas menahan sakit. “KRENGG!!” Suara lonceng terdengar mendekat.  “KREENGG!!” “KREEENGGG!” Lonceng ter...