Langsung ke konten utama

Postingan

Teman Kelas Ane Meninggal Misterius (PART 4)

 Teman Kelas Ane Meninggal Misterius (PART 4) Sekitar jam 8an malam ane akhrinya sampai di rumah. Emak ane ternyata lagi nonton tivi barenga adik2 ane. Sembari melepas baju di dalam kamar ane, telpon rumah pun berdering. Kebetulan karena memang di renovasi rumah ane, dari ruang tamu jadi kamar ane, ne telpon diinapkan di kamar ane. Mungkin disengaja apa kagak, tapi memang ne telpon rata2 berbunyi nyariin ane. Setelah berganti pakaian seragam rumah ane, celana pendek dan singletan, ane pun mengangkat ne telpon. Ternyata si melissa yang nelpon. Dia menanyakan dari tadi sore nelpon ane masih belum balik darimana. Ane pun menjelaskan habis ngajak shopping si billy yang pengen berubah dari bujang band malaysia jadi bujang band punk rock skaters. Kami pun terbahak-bahak dan ane menceritakan ekspresi si Billy yg menghabiskan 2 juta rupiah cuman untuk 3 kaos, 1 celana panjang dan 1 celana pendek wakakkakaka. Padahal dia niatan juga mau beli tas dan sepatu buat ke sekolah seperti si lexi da...

Teman Kelas Ane Meninggal Misterius (PART 3)

 Teman Kelas Ane Meninggal Misterius (PART 3) "Eh uda sampai ya kalian, bingung ga nyari rumahku?", tanya melisa sembari duduk di gazebo "nggak, gampang kok. masa rumah orang kaya begini satpam ga tau", sindiran khas ala mister "ah, bisa aja lu mis. Eh nih tambah lagi gorengannya", sambilan melissa menyodorkan goreng2an yg ditambah lagi sama pembokat cewnya. "ah kalau gini kita nginap aja yuk mis", ajakan bily yg ngawur "ayoklah, tapi nanti masa kita bobok di kamar melisa", pikiran mesum si mister Ane pun ngakak2 dan si billy pun mengkode sesuatu untuk pergi mengikutinya, curiga ane pasti ngelihat kolam renang. lexi pun menyusul si mister dan lexi, mungkin antara kagak mau jadi obat nyamuk atau penasaran dengan cekakak cekikik si dua bocah tengil ini. "Dit, aku cek mereka ngapain ya, kan kamu ada yg nemenin juga", sambil mimik muka lexi berusaha ceng2in ane dengan melisa "anjir, uda lu disini aja orang kita ngobrol bareng...

Teman Kelas Ane Meninggal Misterius (PART 2)

 Teman Kelas Ane Meninggal Misterius (PART 2) "Krrriiiiiingggg-krrrriiiiiinggg", suara bel sekolah yg nyaring terdengar di telinga kami bahkan tak jarang membuat teman2 kelas ane kaget. Kadang momen ini digunakan teman2 ane buat menyebut senjata keramat masing2 tanpa kena marah guru wakakakkakka. Kamipun segera meninggalkan meja lexi tempat biasanya kami bergosip pas istirahat jam pertama. Maklum antara mau berhemat atau memang alasan tidak terlalu lapar (napa gorengan 10 biji ludes pun itu hanya khilaf kok bukan karena lapar wakakkaka), kami berempat jarang pergi jajan ketika istirahat jam pertama. Teman sebangku ane si Sudi beberapa kali meng-gap si Melisa menoleh ke arah ane. Maklum melisa duduk jauh di kursi depan bagian tengah. "eh melisa beneran naksir tuh sama kamu", ujar si Sudi. "ah ngawur, jangan nyebarin gosip yg enggak2", ujar ane yg berusaha meneruskan nyatat dari papan tulis. "ciyeeee yg dapat fans baru lagi", ujar nisa yg duduk di ...

Teman Kelas Ane Meninggal Misterius (PART 1)

Teman Kelas Ane Meninggal Misterius (PART 1) Ane SMA di Batam cuman satu semester doang, karena memang ane sedari awal sudah kagak niat buat nerusin sekolah di pulau ini. Bosan dan pengen petualangan baru, namun apa daya niat dari awal bareng abang ane buat sekolah di Pekanbaru terpaksa kami batalkan dengan alasan yg pernah ane bahas di thread sebelumnya (oh ya nanti ane selipin cerita horor ketika ane nginap seminggu di mess walikota batam di Pekanbaru). Ada 3 kejadian yg ane ingat persis selama ane 6 bulan SMA di Batam, satu kejadian di barelang yg udah ane ceritain, satu ini kasusnya teman ane yg meninggal tidak jelas, dan satu lagi waktu ane bareng teman2 malam naik sabuk karate ketika berkemah 2 hari 3 malam di salah satu hutan dekat pantai daerah sekupang. Di batam, waktu ane masih SD sudah pernah ane dengar ada desas-desus tentang gereja setan. Karena waktu itu masih SD, ane cuman diceritain sama teman2 SD ane bahwa gereja setan itu memuja setan dan ketika mereka berkumpul harus...

Pengalaman Bertemu Hantu/Jin (Chapter Jogjakarta)

Selamat datang di Jogja, Kami (makhluk ghoib) bukan hanya gossip Sahabat-sahabat ane yg pernah ane sebutin di chapter Palembang, semua berdiskusi mengenai pilihan universitas sebagai pijakan lanjutan pendidikan yg lebih tinggi. rata-rata sahabat ane memilih melanjutkan ke Universitas yg ada di Sumsel pula. Sedang ane, sepakat dengan si babay untuk melanjutkan ke Jogjakarta di Universitas yg terkenal dengan jaket warna tanahnya itu. Untuk memuluskan persiapan kami supaya dapat lulus, si babay menyarankan untuk ambil lembaga kursus intensif untuk persiapan SPMB. Neu**n yg berada di nyutran menjadi pilihan kami berdua dan setelah melaporkan biaya ke emak ane. Alhamdulilah emak ane setuju dan ane pun terdaftar di kursus ini. Rupa2nya emak si babay daftarin dia bukan di kursus sini, malah di pesaingnya. ini pegimane cerite, yg nyaranin malah ke tempat laen wakakkakakkaa. dengan penuh rasa tidak enak dan kekecewaan dengan emaknya, si babay berulang kali meminta maaf ane gansis.  Ya sudah...

TULAH - BAGIAN 10

  Kurang dari 48 jam setelah Sarah dijemput pulang oleh keluarganya, sebuah bus terlihat memasuki gerbang desa Jatiasih. Lajunya tampak perlahan-lahan saja. Karena selain jalanannya yang sempit, lubang yang banyak terdapat di sana-sini terlihat cukup merepotkan sang ahli kemudi. Beberapa warga yang kebetulan sedang berada di luar rumah tampak nyalang menatap kendaraan besar itu, sambil sesekali saling berbisik satu dengan yang lain. Bukan karena mereka tidak pernah melihat sebuah bus sebelumnya, tapi lebih kepada tulisan yang terpampang jelas di sisi kanan dan kirinya. UNIVERSITAS S***********. Jadi benar rumor yang beredar, bahwa setelah kejadian itu kegiatan para mahasiswa di desa mereka akan dihentikan di tengah jalan? Ditambah lagi, untuk apa sebuah bus milik kampus datang kemari kalau bukan untuk menjemput anak-anak itu dari rumah Yusup? Beberapa bocah-bocah yang kegirangan, beberapa dari mereka tidak memakai baju, berlari-lari membuntuti Bus itu sambil terus berteriak memangg...